PT.Indira Dwi Mitra - Jual Fire Tube Boiler dan Steam Boiler
sql

Manufacturing Fired Tube Gas Boiler

Rp. 100
Update Terakhir
25 Jan 2022
Pembelian Min
1 unit
Kategori
Boiler
Subkategori
fire tube boiler

Spesifikasi Manufacturing Fired Tube Gas Boiler

Steam Boiler

Steam Boiler

BOILER BAHAN BAKAR  GAS ALAMI

Untuk alasan ekonomi dan juga peraturan yang terkait dengan boiler berbahan bakar gas alam MACT / MATS, gas alam dengan cepat menggantikan batubara sebagai bahan bakar pilihan. Sebagian besar kapasitas berbahan bakar gas adalah unit siklus gabungan yang menggabungkan turbin pembakaran dan HRSG.

Namun demikian, sejumlah besar boiler utilitas tabung yang bertenaga air atau tangensial yang sebelumnya membakar batubara. Unit dinding memiliki beberapa pembakar pada dinding tunggal atau dinding yang berlawanan dari tungku sementara boiler berbahan bakar tangensial memiliki barisan pembakar spasi vertikal di masing-masing dari empat sudut tungku.

Apa itu Gas Alam?

Gas alam sebagian besar terdiri dari metana (khas> 85%) dengan keseimbangan yang bervariasi dalam jumlah etana, propana, butana, dan beberapa komponen lembam (nitrogen, karbon dioksida, dan helium). Rata-rata pemanas kotor adalah 1.020 BTU / scf.

Emisi sambil menembakkan Gas Bumi

Emisi saat menembakkan gas alam dapat mencakup dinitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), karbon dioksida (C02), metana (CH4), dinitrogen oksida (N2O), senyawa organik yang mudah menguap (VOC) dan jumlah jejak sulfur dioksida (SO2) ) dan partikel (PM).

TIDAK

Mekanisme utama pembentukan NOx saat menembakkan gas alam adalah termal NOx, yang sangat berbeda dari pembakaran batu bara dengan boiler modern di mana NOx sebagian besar bahan bakar NOx. Thermal NOx terjadi melalui pemisahan termal dan reaksi selanjutnya dari molekul nitrogen (N2) dan Oksigen (O2) dalam udara pembakaran yang kira-kira 78% N2 dan 20,9% O2.

Kebanyakan NOx terbentuk di zona burner suhu tinggi yang dipengaruhi oleh 3 faktor:

Kelebihan udara (Kelebihan Oksigen).

Api puncak dan suhu tungku.

Waktu pemaparan suhu puncak.

Karbon monoksida (CO)

Efisiensi pembakaran yang kurang optimal menyebabkan tingkat CO yang tinggi. Penyetelan boiler yang tidak optimal, udara pembakaran yang tidak memadai, distribusi aliran udara yang buruk, pencampuran yang buruk di zona burner atau masalah mekanis burner adalah beberapa hal yang menyebabkan emisi CO tinggi.


Lihat Selengkapnya

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan download PDF ini :

Ulasan

/5
Ulasan
5
4
3
2
1

Foto dari Pembeli

Ulasan dari Pembeli

Filter
Semua
Dengan Foto
5
4
3
2
1
Minta Penawaran
Produk Siap di Pesan
Rp 0
1

Logo IDT
Chatbot